Stok Habis Atau Stok Ada??? Ada Apa Di Perum Bulog Subdivre Kabupaten Mamuju

Suratnusantara.com Mamuju-Misteri atas pemborongan gula di gudang Bulog Mamuju dengan jumlah besar baru baru ini mulai terkuak, setelah beberapa pihak mulai angkat bicara dalam membuka kebenaran demi kestabilan pangan untuk masyarakat, terutama dimasa pandemi Covid-19 ini melanda Rabu (6/5/20).

Seperti baru-baru ini disampaikan oleh Kabulog Mamuju bahwa stok gula masih banyak, ternyata berbeda dengan apa yg dilaporkan kepada dinas perdagangan dan dinas ketahanan pangan kabupaten Mamuju. Seperti yg disampaikan oleh tim gugus penanganan ketersediaan pangan Covid-19 kabupaten Mamuju.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Gugus terkait penanganan ketersediaan pangan covid-19 di Kabupaten Mamuju tidak mengetahui adanya stok gula dengan jumlah besar di gudang Bulog Mamuju.

Hal tersebut terungkap saat dilakukan konfirmasi kepada pihak Dinas Perdagangan Kab. Mamuju dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju yang tergabung dalam Tim Gugus yang menangani ketersediaan pangan di mamuju.

“Kami pernah rapat bersama Bulog dan Asisten mengenai ketersediaan gula, Bulog menyampaikan kepada kami gula di gudang Bulog habis sejak Desember 2019,” ucap Assabrie Rusli, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Mamuju, Rabu (6/5/20)

Juga dijelaskan, dengan penyampaian pihak Bulog bahwa stok gula habis sejak desember. Tim Gugus dalam rapat meminta opsi untuk ketersediaan gula kedepan, namun pihak Bulog di nilai tidak memberi jawaban pasti kepada Tim Gugus yang menangani ketersediaan pangan di mamuju.

“kita meminta opsi apakah kedepan ada ketersediaan gula di gudang, tapi Bulog tidak kasi kepastian”, Rusli dalam keterangannya kepada media.

Rusli menyampaikan, ia merasa heran dikarenakan setiap laporan yang diterima ketahanan pangan selalu kosong. Pihaknya juga telah melakukan investigasi dilapangan dengan menemui langsung distributor dan beberapa toko yang ada di Mamuju. Yang ditemukan, gula mengalami surplus.

“Berdasarkan laporan dari Ketahanan pangan juga tidak ada datanya, namun saya heran karena tiba-tiba ada stok. Laporan kekamikan selalu Nol (gula kosong)”, ucap Rusli.

“Mengenai stok yang koordinasi ketahanan pangan, laporannya bulan kemarin itu nol di gudang. Terlapor nol di dinas ketapang mamuju”, tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa dari pihak Perdagangan akan terus memantau dan memastikan harga dipasaran sesuai dengan tufoksi kerjanya.

Sementara Sekertaris Ketahanan Pangan Mamuju Mansyur, membenarkan hal tersebut terkait data yang diberikan bulog selalu kosong.

“Tim covid itu dibentuk berdasarkan dari Kementrian Dalam Negeri, dan yang pertama kami datangi adalah Bulog serta melakukan pertemuan dengan kepala Bulog,” kata Mansyur.

Namun bulog menyampaikan gula langkah bukan karena Covid tetapi, memang mengalami penurunan pasokan di bulan Desember.

“Yang jelas kami mempertanyakan mengenai ketersediaan gula di bulog tidak ada lalu tiba-tiba ada,” ujarnya.

Namun, data yang diterima dari bulog berdasarkan laporan bulan lalu stok gula di gudang tidak ada.

“Setiap minggu kita, Ketahanan Pangan selalu melaporkan ke Kementrian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, selalu memantau data yang ada untuk di laporkan,” tandasnya.

Diketahui, tim Gugus yang menangani ketersediaan pangan covid-19 di Kab. Mamuju, yakni Dinas Perdagangan Kab. Mamuju, Dinas Ketahanan Pangan Kab. Mamuju, juga Dinas Pertanian dan Holtikultura Kab. Mamuju. (**)

surat nusantara

surat nusantara adalah sebuah media online yang bergerak di bagian berita. surat nusantara perlokasi di daerah mamuju, sulawesi barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *