PMII UIN Alauddin Cabang Makassar : PB PMII Jangan Tutup Mata

Suratnusantara.com Makassar-PMII komisariat UIN Alauddin Makassar, meminta tanggapan pengurus PB PMII persoalan ketidak jelasan internal PMII UIN ALAUDDIN CABANG MAKASSAR di struktural pengurus cabang Makassar, (15/06/2019).

Pengurus cabang dari masa sahabat Ashari Bahar dan sahabat Awal Madani, PB PMII dan PKC PMII SULSEL selalu di seret kedalam permasalahan tersebut, narasi yang selalu dibangun oleh pengurus cabang Makassar terkait status UIN ALAUDDIN CABANG MAKASSAR seolah-olah pengurus PB PMII dan PKC PMII SULSEL dianggap ada keterlibatan persoalan status ketidak jelasan PMII UIN ALAUDDIN CABANG MAKASSAR sebab ketika dipertanyakan statusnya, selalu PKC & PB yang di limpahkan hal tersebut. Seharusnya cabanglah yang mempunyai tupoksi terkait UIN tersebut.

“Saat ini, pengurus cabang Makassar seolah-olah tidak mau melihat PMII UIN ALAUDDIN CABANG MAKASSAR lebih eksis melakukan kaderisasi, karena sampai saat ini cabang Makassar Belum memberikan kejelasan terkait status komisariat PMII UIN ALAUDDIN, kendati pun demikian, sahabat” PMII UIN ALAUDDIN tetap progresif dan eksis melakukan kegiatan kaderisasi, karena sahabat PMII UIN ALAUDDIN paham betul pentingnya kegiatan-kegiatan kaderisasi sebagai penguatan dalam mempertahankan kultural PMII” Ungkap Wahyu ketua UIN Alaudin Makassar.

Ketidak jelasan ini berawal disaat konferensi cabang (konfercab) yang ke 30. Pada saat itu cabang Makassar di ketua oleh sahabat Basri dari kampus UMI, konfercab ke 30 tersebut berujung terpecah menjadi dualisme (dianggap ada konfercab tandingan)

Konfercab yang mengikuti seluruh aturan ad/art dan PO PMII yaitu konfercab yang diadakan oleh sahabat Basri di aula kampus STIE amkop Makassar yang pada saat itu sahabat Basri masih menjabat sebagai ketua cabang 2016-2017. Dalam konfercab ini di hadiri oleh berbagai kampus besar yang ada dimakassar UNM,UMI, UIN, Tala’salapang, 45 Bosowa serta rayon-rayon dalam komisariatnya

Dari sebagian pengurus cabang pada saat itu menganggap KONFERCAB tersebut melanggar aturan PMII, sehingga terjadilah Konfercab LB yang dilaksanakan oleh beberapa pengurus cabang pada saat itu diantara nya sahabat iffank dari kampus UIN Alauddin Makassar, sahabat Ashari Bahar dari STIMIK Handayani di masa kepemimpinan sahabat Basri 2016-2017

Adapun Yang menghadiri konfercab LB tersebut dari kampus swasta yang ada di Makassar diantaranya STIMIK Handayani, STIE tri darma, UIT dan beberapa rayon dari UMI

Dan pada akhirnya konfercab ke 30, pada saat itu yang mendapatkan SK dari PB PMII dimasa kepengurusan Aminuddin ma’ruf yaitu konfercab LB yang diadakan oleh pengurus cabang diantaranya sahabat Iffank dan Ashari Bahar

Disinilah awal mula PMII UIN Alauddin selalu menjadi pertanyaan di struktural cabang Makassar.
karena setiap kegiatan PMII UIN tidak pernah dihadiri oleh pengurus cabang Makassar. Walaupun sahabat PMII UIN Alauddin selalu mengundang pengurus cabang secara resmi di setiap kegiatan PMII UIN Alauddin, namun lagi-lagi tidak ada respon dari pengurus cabang.

“Padahal sahabat-sahabat PMII UIN sangat terbuka menghubungi secara langsung maupun melalui media elektronik, soal status ketidak jelasan PMII UIN Aaluddin, tapi pengurus cabang Makassar hanya merespon kalau PMII UIN tidak lagi masuk dalam struktural cabang Makassar, pengurus komisariat UIN Alauddin pernah dimintai pengurus cabang untuk melengkapi administrasi, dan pengurus komisariat telah melakukan semua itu,
pengurus komisariat kembali mempertanyakan soal status UIN Alauddin tersebut, namun pengurus cabang merespon kalau status PMII UIN alauddin akan di plenokan secepatnya oleh pengurus cabang, tapi sampai detik ini PMII UIN alauddin belum mendapatkan hasil pleno pengurus cabang tersebut dan terbukti pengurus komisariat sampai saat ini belum mendapatkan surat apapun dari pengurus cabang Makasssar, sahabat PMII UIN Alauddin menganggap, bahwa pengurus cabang tidak serius dalam menyelesaikan persoalan status PMII UIN alauddin cabang makassar. Dalam hal ini, pengurus komisariat PMII UIN alauddin, pengurus rayon PMII UIN alauddin dan seluruh sahabat-sahabat PMII komisariat UIN alauddin cabang makassar melalui surat terbuka ini, kami berharap kepada seluruh alumni PMII, senior PMII, pengurus PC PMII CABANG MAKASSAR PKC PMII SULSEL,PB PMII untuk serius memikirkan dan membicarakan soal status PMII UIN ALAUDDIN cabang Makassar”Lengkap wahyu, saat ditemui di RTK Komisariat Gedung LPTQ Talasalapang.

Wahyu menyampaikan bahwa PMII hadir dan besar di Sulawesi Selatan itu atas dasar PMII UIN Alauddin dan apa bila itu mau dimatikan hanya karena kepentingan lain maka akan menimbulkan dosa besar, apa lagi saat itu proses kaderisasi dan kegiatan2 lainnya tidak pernah terputus dan itu sudah menjadi keharusan dan kewajiban sebagai kader PMII untuk penguatan kapasitas sahabat-sahabat PMII UIN Alauddin. Namun kata wahyu, tidak bisa dipungkiri kalau kejelasan struktural dalam organisasi sangat penting sebagai penguatan dalam mempertahankan kultur PMII.

“Olehnya itu kami dari PMII UIN Alauddin Makassar berharap ada tindakan dari PB PMII untuk kemudian turun langsung sikapi terkait struktural UIN Dicabang Makassar sebab problem ini akan berlarut-larut ketika tidak ada kejelasan”Tutupnya

surat nusantara

surat nusantara adalah sebuah media online yang bergerak di bagian berita. surat nusantara perlokasi di daerah mamuju, sulawesi barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *