Melakukan Tindakan Represif Dan Tidak Menjalanakan Tugas, Kapolres Mesti Tindaki Kedua Polsek Ini

suratnusantara.com

Makassar- Terkait dengan aksi demonstrasi yang berlansung pada beberapa minggu lalu di depan kantor PU Makassar dan kejati sulsel dengan mengangkat isu kasus dugaan korupsi dines PU Kota Makassar, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan aktivis pemuda kota makassar GEMPAR SulSel pada awalnya melakukan aksi di kantor PU Makassar tanpa ada sama sekali pengawalan aparat kepolisian.

“Sangat kami sesalkan aparat kepolisian polsek makassar yang mempunyai wilayah dalam pengawalan, bahkan aksi ini sudah berlangsung 3 x dan setiap kami akan turun selalu menyurat ke Polrestabes untuk meminta pengawalan namun setiap aksi, satupun aparat kepolisian tak ada yang muncul di area,” ucap Sadiq, Presiden Gempar.

“Memangnya mereka menganggap apa kami ini! Kalo ada sesuatau yang terjadi dengan gerakan kami, kira-kira siapa yang mau tanggung jawab?”

“Padahal mereka digaji oleh negara semata-mata memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat sesuai UU 1945 no 2 thn 2002 pasal 13, 14, 15 dan 16,” lanjut Sadiq.

“Beberapa jam kemudian, kami beralih ke depan kantor kejati Sulsel dengan membawa tuntutan mendesak kejati agar menuntaskan kasus dugaan korupsi dan memeriksa kadis PU Makassar karna diduga menyalahgunakan anggaran yang berkedok DAK.”

“Namun lagi lagi GEMPAR SulSel disambut oleh aparat kepolisian dengan tindakan represif hingga menyebabkan tangan dari ketua sadiq terbakar.”

“Kami pula sangat sesalkan dengan tindakan represif dari aparat kepolisian Polsek Panakukang yang mengawal aksi kami kalo pada tanggal 13 februari hingga terluka parah.”

“Terus terang saya tidak terima di perlakukan seperti itu, layaknya bukan manusia sampai-sampai tangan ini cacat gara gara di dorong hingga terkena api.”

“Padahal dalam UU 1945 pasal 30 ayat 4 tentang kepolisian Republik Indonesia sebagai alat negara yang bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum.”

“Bahkan kami sudah mendatangi polrestabes dan mengadu di paminal hingga di komunikasikan ke polsek panakukang agar oknum anggota beserta kapolsek meminta maaf kepada teman-teman GEMPAR, tetapi sampai sekarang ucapan maaf itu tak pernah kami dengar.”

“Jadi jangan salahkan kami jika menempuh jalur yang lebih demokratis dan adil yaitu aksi demonstrasi pada hari kamis yang akan datang dengan membawa tuntutan :
1. Kapolda SulSel Evaluasi Kinerja Kapolrestabes Kota Makassar
2. Copot Kapolsek Makassar
3. Copot Kapolsek Panakukang

“Kami hanya ingatkan bahwa yang kami lakukan ini bukan hanya bentuk perlawanan semata tetapi saling mengingatkan sebagai warga negara yang memiliki tupoksi masing” tutup Sadiq.

Penulis : Riswandi

surat nusantara

surat nusantara adalah sebuah media online yang bergerak di bagian berita. surat nusantara perlokasi di daerah mamuju, sulawesi barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *