Kasus Dugaan Korupsi Oleh BKAD Bengo, KOMPENI “Beranikah Penegak Hukum Mengusutnya?”

Suratnusantara.com Makassar-Puluhan mahasiswa Bone yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pemerhati Indonesia (KOMPENI) akan menggelar aksi unjuk rasa sekaligus menyerakahkan berkas hasil investigasi dugaan korupsi BKAD bengo,yang dipimpin langsung oleh jendral lapangan Andi Iponk selaku putra daerah bone akan melakukan aksi di beberapa titik pada hari Rabu 23 oktober 2019, Senin (21/10/2019).

Berdasarkan surat penyampaian yang diperoleh Pihak kepolisian Polrestabes, demo itu akan dilakukan untuk menuntut agar beberapa kasus dugaan korupsi pembangunan jalan beton, jembatan dan perkerasan jalan sirtu di dusun pakkita perbatasan desa bengo dan desa bulu allapporenge kec. bengo kab.bone yang menelang anggaran senilai 600.000.00 juta dari APBN tahun 2019, yang di laksanakan oleh Badan kerjasama antar desa( BKAD). Yang di anggap telah melakukan kemufakatan jahat (konspirasi) yang merugikan keuangan negara segera ditindak lanjuti oleh Aparat penegak Hukum dalam hal ini kejaksaan tinggi sulawesi Selatan
Rencananya, titik aksi dimulai di depan kantor gubernur sulawesi selatan dan di Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo.

Sebelumnya, Koalisi mahasiswa pemerhati rakyat (KOMPENI) menganggap bahwa proyek tersebut yang di amanahkan langsung dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jendral cipta karya dengan nomor kontrak proyek 02.03/PKS/P/PPPW.II.SS/PKP/20/2019. Proyek jalan tersebut di kerjakan selama 90 hari kelender sejak tanggal 8 juli 2019 dan telah dinyatakan rampung atau selesai pada tanggal 8 oktober.

Andi iponk juga selaku ketua KOMPENI mengatakan bahwa, kasus marp up anggaran (korupsi) yang di lakukan oleh BKAD kec.bengo kab. Bone yang melibatkan sekdes bengo selaku ketua pelaksana dan sekdes bulu allapporeng selaku sekretaris pelaksana, telah melenceng dari peran dan fungsi aparat pemerintahan, di mana pasalnya proyek yang mereka laksanakan di kerjakan secara asal-asalan. Dimana proyek jalan beton yang menghubungkan antara dua desa tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi pembuatan jalan benar dan baik, dimana hanya bagian tengah jalan di berikan pasir sirtu atau timbunan sedangkan di sisi kanan dan kiri tidak di berikan, maka sudah kenisyacaaan bahwa pembuatan jalan tersebut mudah rusak sehingga merugikan keuangan negara yang dimana harusnya uang dari pajak rakyat tersebut di pergunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan infrastruktur jalan pedesaan.

Tambahnya Andi Iponk Mengatakan “Bahwa kuat dugaan kami maraknya indikasi korupsi yang terjadi di BKAD kec.bengo kab.bone karna adanya persekongkolan jahat atau (Extra Ordinary Crime) antara aparatur desa bengo dan bulu allaporenge serta pihak-pihak terkait sehingga jelas ini adalah tindakan yang melawan Hukum” Ungkapnya.

“Aksi ini kami lakukan semata-mata agar penegak supremasi hukum untuk mengusut kasus yang diduga menghabiskan uang negara ratusan juta, karna kami dari KOMPENI secara tegas menolak Segala bentuk Korupsi menjadi bagian dari identitas kami” Sambung Andi Iponk.

Ipee/Ah

surat nusantara

surat nusantara adalah sebuah media online yang bergerak di bagian berita. surat nusantara perlokasi di daerah mamuju, sulawesi barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *