HMI Manakarra Menganggap Kehadiran Kepolisian Bersenjata Lengkap Di Ponpes Muhammadiyah Berlebihan

suratnusantara.com

Mamuju– Meski telah melakukan proses mediasi antara pihak kepolisian dan pihak muhammadiyah, seperti yg disampaikan kapolres mamuju baru-baru ini, kedatangan aparat kepolisian disalah satu pesantren Muhammadiyah di Mamuju dengan  menggunakan seragam dan senjata lengkap tetap mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya adalah ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang manakarra. Sebelumnya ketua Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) juga menyesalkan hal itu.

Ketua HMI manakarra menganggap terlalu berlebihan kalau ingin berkordinasi dan lebih dekat dengan masyarakat harus menggunakan seragam dan membawa senjata lengkap. Apalagi dipesantren/sekolah tidak perlu memakai seragam lengkap yang menjadi protap oleh kepolisi  masih banyak upaya lain karena ini akan mengganggu psikologi anak-anak yang sedang mengikuti proses belajar.

” Tiba -tiba hadir  berseragam dan bersenjata lengkap seolah-olah ingin mengeksekusi pelaku kriminal ini bisa mempengaruhi psikologi generasi kita” tegas Sofly, selaku ketua HMI Cabang Manakarra.

Sofly menambahkan poin yang harus diperhatikan dalam melakukan upaya koordinasi kepada masyarakat sulbar. “Pertama, sekolah adalah tempat mendidik generasi masa depan bangsa yang semestinya tidak di perlihatkan didatangi oleh aparat yang bersenjata lengkap secara psikologi mereka akan terbebani oleh gangguan psikologi. Kedua, kabupaten mamuju bukan daerah konflik . Ketiga, kehadiran aparat kepolisian harus menyesuaikan kondisi dalam menentukan operasi pengamanan tidak bebas nilai.” tutup Sofly.

surat nusantara

surat nusantara adalah sebuah media online yang bergerak di bagian berita. surat nusantara perlokasi di daerah mamuju, sulawesi barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *